Sunday, 2 January 2011





          Maksiat berpengaruh buruk bagi hati dan badan di dunia maupun akherat yang tidak diketahui melainkan Allah semata. Diantaranya[1]:

1.    Terhindar dari ilmu, karena ilmu adalah cahaya yang Allah berikan pada hati, sedangkan maksiat mematikannya.
2.    Kerisauan yang dirasakan orang yang bermaksiat dalam hatinya antara dirinya dengan Allah, sehingga tidak didapati rasa ketenangan sama sekali.
3.    Kerisauan yang ia rasakan antara dirinya dengan manusia, terutama orang-orang yang baik dan istiqamah.
4.    Urusannya menjadi rumit, apa yang akan ia lakukan seakan tertutup atau sulit baginya.
5.    Kegelapan yang ia dapatkan dalam hatinya. Sehingga hati dan badannya menjadi lemah serta ia diharamkan dari ketaatan.
6.    Kemaksiatan mengurangi umur dan menghilangkan keberkahannya untuk selamanya, Na'udzu billah.
7.    Kemaksiatan menimbulkan maksiat lainnya, sehingga seorang hamba sulit untuk meninggalkannya.
8.    Dampak negatif paling samar yang akan menimpanya adalah kemaksiatan akan melemahkan keinginannya, sehingga maksiat menjadi kuat dan taubat menjadi lemah.
9.    Hati menganggap kemaksiatan sebagai hal biasa bahkan bisa jadi ia merasa bangga dengan kemaksiatan tersebut, maka iapun sulit melepaskan diri darinya.
10. Maksiat dapat mematikan rasa ghirah dalam hati dan menghilangkan rasa malu, padahal ialah yang menjadikan hati menjadi hidup.

11. Pelaku maksiat akan termasuk dari mereka yang dilaknat rasulullah, wal 'iyadzubillah.
12. Pelaku maksiat terhindar dari doa rasulullah dan doa para malaikat mulia yang berdoa bagi orang-orang yang beriman.
13. Menyebabkan Allah lupa pada hamba-Nya, inilah suatu kebinasaan.

"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.Mereka itulah orang-orang yang fasik". (Q.S Al-Hasyr : 19)
14. Apabila dosa sudah menumpuk, maka hati akan di stempel menjadi orang yang lalai
"Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka". (Q.S Al-Muthaffifin : 14)

15. Termasuk dari hukuman bagi pelaku maksiat, apa yang Allah timpakan berupa rasa takut dalam hatinya, karena ketaatan adalah benteng Allah yang kokoh.
Seorang hamba dalam saat-saat yang sulit dan berat, terutama ketika saat sakaratul maut, sehingga ia mendapatkan suul khatimah.


[1]   Lihat: Kitab Al-Jawab al-Kafi karya Ibnul Qayyim hal : 54 sampai 107, dengan sedikit perubahan.

0 comments:

Post a Comment